LOVE IN THE TIME OF CORONA

Selama Corona, saya malah makin sibuk nyari cinta AKA jodoh. maklum lah sudah diultimatum nyokap biar dapat pasangan. Udah berapa kali deadline nikah mundur mulu. Saya juga menginsafi pentingnya nikah bagi keberlangsungan hidup saya. Tapi alih-alih dapat, malah saya makin tertekan. Apa iya saya melakukan ini karena tekanan ibu saya dan standar sosial masyarakat pada umumnya? Saya menerima kegagalan dan penolakan sampai titik dimana saya mikir , apakah saya tidak layak dicinta? beneran deh kayak lagu alay jaman SMA !

Ketika lelah saya ambil waktu sejenak untuk merenung di kamar sendirian. Gelap. Menangis. Berusaha menjawab ribuan kenapa? Kenapa? Kenapa? Saya berusaha mengambil hikmah dari semua yang sudah saya alami. Dari sini banyak pelajaran yang menjadikan diri ini lebih tenang dan bijak dari sebelumnya. Tidak tergesa dan lebih dalam menganalisa. Sebenarnya yang mesti saya cintai adalah diri saya sendiri. Penyakit benci sama diri sendiri belum tuntas. apalagi ini sudah mengakar sejak kecil. Febie kecil selalu merasa tidak cukup baik dalam hal apapun. dia gendut dan ceroboh. Hanya bisa meraih ranking 9 di kelas sementara Ortu berharap ranking 1. Banyak kebencian dan kekecewaan berkarat dalam dinding kalbunya. Dia jarang tersenyum. Bekal yang cukup untuk semakin tidak menyukai diri. Bahkan untuk melihat wajah di cermin tak ingin. Rasanya seperti “aku tidak mau melihat pecundang itu di depan mataku”.

Mengurai luka inner child ternyata sakit sekali di awal. Seperti menenggelamkan diri kembali ke dalam mimpi buruk setelah bangun tidur. Mengingat semuanya bukan untuk dilupakan namun untuk dimaafkan. untuk mengikhlaskan agar perasaan buruk dan negatif semua tertinggal di masa lalu. Saya ingin hidup di masa sekarang dengan langkah yang ringan menuju masa depan.

Saya tidak lagi menyimpan amarah terhadap orang-orang dan masa-masa yang merenggut semua milik saya paling berharga : Passion dan sahabat. Lagi pula semuanya sudah lewat. Luruh sudah bersama perputaran jarum jam. Kadang benar juga ya…waktu yang menyembuhkan luka. Tergantung seberapa parah lukanya juga, sih.

Selipan Sambat Hari Ied

Gue nggak tau, kenapa nggak pernah suka Kalau rumah gue ketempatan ngumpul Hari Raya? Kenapa juga gue seperti nggak pernah mengharapkan keluarga Besar gue buat dateng? Gue ngerasa kehadiran mereka meaningless. Apa arti kehadiran mereka selain bikin nyokap gue sibuk didapur masak hidangan ied, tumpukan piring kotor, dan lantai lengket?

Ied kali ini, hampir aja ketenangan gue menuju puncak kesempurnaan. Gue udah yakin, mereka nggak bakal datang. Bokap udah mikir yang macam-macam saja. Nada bicaranya pun terdengar putus Asa.

“Kalau orang sudah Tua dan tidak Ada uang, tidak Ada yang mau mendekati.”

Bokap adalah anak tertua Dari 10 bersaudara. Sudah barang pasti jika tiap Hari Raya dikunjungi. Bagi bokap, kesembilan adiknya sangat berarti. Bikin kesel seperti apa pun mereka, Ia masih berwelas asih. Apalagi masalah financial nggak pernah perhitungan.

Walaupun sempat Ada ujaran ke tidak pedulian dari bokap mengenai adik-adiknya, toh masih terselip Harapan akan kehadiran mereka. Walaupun gue merasa tenang, toh masih terselip Sambat dalam diri.

“Kalau sampai pasukan koclak itu nggak datang, apa kabar ketupat seabreg-abreg itu? Hidangan lauk pauk sebanyak itu mau diapakan?”

Beberapa saat sebelum maghrib, Baru lah muncul tanda kehadiran mereka. Perasaan entah harus senang apa sedih, gue nggak hiraukan. Seperti yang sudah-sudah, gue sigap menyuguhkan minuman berwarna atau pun bening. Disusul lagi oleh sewadah Besar potongan ketupat dan aneka hidangan khas ied.

Lalu duduk. Melihat mereka makan dengan lahap. Entah kenapa melihat kelahapan mereka gue jadi kenyang. Dentang-denting sendok garpu diselingi gurauan aku abaikan saja. Perhatian lebih terpusat ke deretan kata dalam file pdf. Sengaja mendownload Bumi Cinta-nya Habiburrahman El-shirazy Agar waktu tidak terasa panjang. Tapi tetap saja, waktu merayap bak kura-kura.

Gue iri, betapa beradabnya keluarga Besar tetangga-tetangga di Perumahan. Tamu mereka datang di pagi menjelang siang, lalu pulang saat matahari hendak terbenam. Sementara keluarga Besar gue, datang waktu Hari hampir gelap dan pulang tengah malam. Sungguh mereka paham Sama yang namanya etika bertamu. Sementara keluarga Besar gue kebanyakan makhluk nocturnal yang membalikkan sistem waktu yang sudah ditetapkan Allah. Malam jadi siang, siang jadi malam. Sehingga etika bertamu ditabrak begitu saja.

Alhamdulillah, jam panjang arah 10 malam memaksa mereka mundur. Seperti biasa, pulang meninggalkanku kekacauan. Ya, setidaknya mereka sudah mohon maaf lahir bathin sebelumnya.

Sahabat Tak Pernah Tepati Janji

Dulu, Ia pernah berjanji tidak akan meninggalkanku sendiri. Padahal kesendirianku kawan paling sejati. Ia terus mengucap janji-janji itu. Ku tanggal kan kesendirian, malah ia bersenang-senang dengan orang lain. Lupa Dia akan Sahabatnya.

Ku yakin dia akan kembali dengan bersimbah air mata. Aku menatapnya nanar dan kesendirian Ada di pangkuanku. Sebagaimana boneka teddy bear di pangkuan anak kecil.

Tak perlu aku terlalu berharap. Dia tak mungkin selalu Ada di Sisi. Akan ada saatnya aku hanya fase lain masa lalunya. Sewaktu-waktu bisa ia panggil jika merasa terancam masa depan tak pasti. Dan panggilan itu adalah undangan membaca syair favorit di acara Pemakamannya.

“aku sangat menyukai syair ini. Kau mau membacanya di upacara pemakaman ku, kan?”

Sebegitu rindukah kau pada pemusnah jasadmu bernama cacing tanah?

Padahal janjimu saja belum kau tunaikan. Aku tidak pernah menjanjikan apapun, tapi aku selalu Ada untukmu.

Alasan Belum Menikah

Ayahku mulai sakit-sakitan. Kadang suka kambuh penyakitnya. Jika ditanya kenapa, kambing hitamnya adalah karena aku belum menikah.

Begitu pun ibuku. Setiap sakit tulangnya datang, alasannya karena kepikiran anak bungsunya belum dipinang. Aku pun menghela nafas. Apa memang ini salahku? Jika boleh memilih aku tak ingin juga seperti ini. Aku ingin seperti teman-teman seangkatanku yang sudah pamer foto pernikahan, bayi Lucu, dan kebersamaan dengan keluarga kecil. Aku aku berkehendak jadi perawan tua seumur hidup???

Mungkin. Ya itu dulu. Saat hidup dan Harapan ku sempat hancur. Skeptis setengah Mati terhadap dunia ini Dan Juga lelaki. Tapi kini aku sesali itu semua. Wanita mana yang sanggup hidup sendiri?

Allah pasti nenghukumku atas apa yang pernah aku pikirkan dulu. Pikiran khas feminis. Sesal dan taubat ku Harap bisa menghapus hitamku.

Diusia menjelang kepala 3 ini, aku Makin terbiasa dengan pertanyaan “umur segini kok belum nikah?”. Awalnya aku marah dan kesal mendengarnya. Malah sempat menggertak seorang pemuda karena menanyakan ini 2 kali. Padahal sebelumnya sudah kukatakan lebih baik jangan tanyakan ranah pribadi ku ini. Sahabatku pernah menasehati, saat ku ceritakan ini,

” Reaksimu terlalu berlebihan. Kau kan bisa bilang belum nemu yang pas aja, ya doain aja. Baik-baik ajalah ngomong.”

“Aku sudah berkata baik-baik ya di kali pertama. Tolong jangan tanyakan ini ya,begitu. Nah diramahin malah ngelunjak nanya lagi pertanyaan itu. Ngamuk lah! Coba aku tanya, sopan dan pantas nggak orang nanya begitu Sama orang Baru dikenal?” Sergahku membela diri.

” Kalau begini kau bersikap terhadap lelaki, gimana mau dapat jodoh? ” kata Sahabat lamaku ini.

” Kau pikir aku berlaku kasar terhadap setiap lelaki? Tanya saja Ali, apa aku pernah kasar padanya? Selama ini budi Bahasanya baik. Mana mungkin aku berkata kasar padanya? ”

” Siapa itu Ali? ” tanyanya dengan nada selidik. Selanjutnya aku jelas kan bahwa dia teman seangkatan kita. Dari sekian banyak murid lelaki, aku hanya pernah berkomunikasi dengannya. Interaksi kami biasa saja. Yang jelas kami saling sharing lowongan kerja dan sesekali Dia pernah menolongku. Aku lebih banyak menggunakan Bahasa Pria Agar tidak melibatkan perasaan.

Perlu aku tegaskan, aku tidak bermaksud kasar dengan lelaki. Aku hanya menjaga Batasan saja. Jika Baru-Baru saja kenal mengharap intimacy, maaf saja. Tidak mudah untuk ku menerima orang yang menyentuh kehidupan pribadi secara mendalam Kalau belum berkawan bertahun-tahun. Apalagi kurang bersimpati satu sama lain.

Oke, kembali pada pertanyaan “kenapa belum nikah”. Ternyata bukan cuma orang Indonesia saja yang merecoki dengan pertanyaan itu. Orang Kazakh, orang Kyrgyz, orang Rusia, Orang Turki, Orang Tunisia, Orang Yordania pun selalu menanyakan Hal ini. Malah orang Kyrgyz berkomentar :

“Umur segitu sih udah Tua untuk menikah!”

Asem.

Dengan banyaknya orang nanya kenapa belum nikah, lah aku makin tenggelam dalam tanda tanya. Segitu pentingnya kah status pernikahan? Lalu aku analisa penyebab belum nikah.

1. Belum Dewasa

Aku sadari masih suka main-main dan cuek. Masih belum bisa mengambil keputusan penting dalam hidup. Terlambat juga ngeh Sama rencana jangka panjang dalam hidup. Pengelolaan emosi dan disiplin diri belum terbentuk sempurna.

2. Mainnya Kurang Jauh

Yang di maksud mainnya kurang jauh adalah networking masih sempit. Belum Ada banyak kenalan yang memperluas pergaulan dan wawasan. Aku masih mencoba untuk berkomunitas Dan berorganisasi.

3. Komunikasi Kurang Luwes

Ini salah Satu tantangan bagi orang introvert sepertiku. Dari dulu Kalau ketemu orang rasa ya pengen kabur. Kemana-mana lebih nyaman sendiri dibanding barengan. Dari Zaman kuliah sudah nyemplungin diri ke berbagai organisasi. Observasi bagaimana cara asik gaul dengan laki-laki atau pun perempuan. Rasanya sulit untuk merasa nyaman di tengah banyak orang. Harus ekstra usaha.

4. Muka Resting Bitch Face

Resting Bitch Face itu kondisi dimana muka tampak selalu marah dan cemberut. Padahal model muka emang begitu dari sononya.

Kalau mau milih sih, aku nggak mau Punya Roman muka sangar. Sering disalah pahami terus. Ada cara untuk menyiasatinya, Salah Satunya dengan make-up. Saking desperate, aku pernah terpikir memoles lipstick lebih lebar bibir dan bentuk melengkung. Ehm, tapi apa nggak mirip joker ya? Tinggal nanti pas rapat kerja, disaat orang-orang pada tegang, aku berujar “why so serious?”.

Salah duanya, harus rajin-rajin tersenyum. Hasilnya malah Saya menyeringai layak serigala ketemu domba.

Dari kesekian poin tersebut, aku bisa tau kenapa aku menarik dimata Pria. Nggak udah spesifik Pria Deh, manusia pada umumnya. Masa single begini sebaiknya di pakai buat upgrade diri, bukan menyesali diri. Yang bisa dilakukan adalah ikhtiar. Masalah hasil terserah Allah.

Salith Ikhbary, The News Feed

Saya nggak bosan-bosannya menyaksikan salith ikhbary, season demi season. tunggu, biar saya jelasin dulu salith ikhbary adalah salah satu program layaknya The Comment di Indonesia. Bedanya, Presenter mengomentari kabar-kabar politik Dunia khususnya Timur Tengah bercampur dengan komedi.

Salith ikhbary ini di produksi oleh Al-Jazeera Plus arabi, masih sub nya Al-Jazeera. Aj + arabi ini tidak hanya memproduksi Salith, tapi juga Al-Dahiih, Al-Isbitaaliyah, Safartash, dan lain-lain. jadi menurut spesialisasi, Salith membahas khusus Politik, Dahiih khusus science, dan Isbitaaliyah khusus kesehatan, dan Safartash khusus kuliner. Mata saya tidak pernah bergeser dari Salith Ikhbary. pertanyaan paling mendasar : apa yang jadi magnet program tersebut?

1. Presenter

Source :Al-Jazeera

Oke saya ngaku ,deh! saya emang selalu demen melototin Si Presenter Nikolas Khoury. Dia good-looking (tentunya dengan kerja keras nge-gym, gemukin badan, dan merubah style), lucu, Smart, dan sarkastik. Sekilas dia kelihatan seperti orang Jerman atau Turki. Apalagi namanya Nikolas. saya sempat curiga dia orang Amerika. Setelah saya browsing dengan seksama, dia Asli Jaffa,wilayah Palestina yang dicaplok Israel, tapir kelahiran Yordania. selain menjadi presenter, dia menulis skripnya sendiri.

Ada beberapa fakta unik tentang Nikolas, diantaranya riwayat pendidikannya di Hashemite University dengan konsentrasi Mecathronic Engineering. Tapi hanya bertahan 2 tahun karena dia menemukan passionnya dalam kepenulisan,Stand up comedy, dan Hip Hop.

2. Duet Nikolas – Khalidi

Nikolas dan Khalidi adalah teman lama sejak mereka memulai karir komedi di sebuah channel televisi Yordania, Roya TV. mereka berada di program acara yang sama seperti Kharabesh dan Infisam. Posisi Ahmad Khalidi di Salith adalah bagian kreatif. Pria tambun ini seringkali muncul di layar untuk menyempurnakan joke nikolas dan memparodikan pemimpin timur tengah.

3. Kerabat Kerja yang Gokil

kesuksesan Salith Ikhbary hingga mencapai 5 musim tak lepas dari kerabat kerja atau kru yang gokil ini. mereka terdiri atas macam-macam negara arab. Greg si Produser asal Lebanon yang badannya berisi dan wajahnya lebih mirip orang prancis, Anas Asli Palestina tepatnya Jenin, Hecham Si Kameramen Kribo asal Tunisia yang kalo ngomong selalu cepat, dan banyak lagi. Walaupun orang belakang layar bukan berarti tidak tampil ke depan. Anis tak segan menyanggah atau merespon jika Nikolas menyampaikan Isu tentang Tunisia. Anas bisa tiba-tiba muncul menanggapi Isu Palestina atau cuma sekedar membuat sewot Nikolas. Greg juga tidak malu mengekspresikan kekonyolannya. Kadang jika Nikolas gusar gara-gara suatu isu, ia berteriak kepada Greg meminta responnya. Pokoknya mereka kru yang asik. Tanpa mereka Salith Ikhbary kurang lengkap.

4. Alter Ego Nikolas

Dalam show ini, Nikolas punya 3 alter ego yang sering muncul : Abu Natasha si Rusia representatif ISIS, Shalosh Si koresponden Israel, dan Doktor Logics ilmuwan sewot berkaca mata. Apapun rumus dan teori yang dia jabarkan, kesimpulannya selalu “Al-Arab Majanin” artinya orang-orang Arab itu gila. Dari 3 tokoh ini, saya paling suka Doktor Logics. Doktor Logics mulai muncul di tengah-tengah season 1 sama halnya dengan Abu Natasha. Entah kenapa di Season 4 dan 5 Sang Ilmuwan sewot tidak pernah muncul lagi.

5. Maskot Non-Arab

Salith di season 4 dan 5 mulai menampilkan sosok wanita non-arab sebagai pelengkap kelucuan episode Salith. Ada Zab Mustafa warna negara Inggris keturunan Pakistan dan Taiko Itabashi asal Jepang. Zab tidak bisa mengucapkan kata-kata berbahasa Arab dan suaranya seperti anak-anak. di situlah letak lucunya Zab. Taiko tidak lucu, Sih. Cuma Nikolas suka bermain-main dengan kewarganegaraan Taiko. Dia selalu disalah mengerti sebagai orang Korea Utara. mungkin karena Taiko satu-satunya orang asal Asia Timur. Jadi mau Jepang atau Korea main disama ratakan saja.

Itulah 5 hal yang membuat saya tertarik menonton Salith Ikhbary secara terus-menerus. selain kosa kata bahasa arab saya terus bertambah, pengetahuan saya tentang isu Timur Tengah juga makin kaya.

By the way, program acara Arab apa yang pernah teman-teman tonton? Share dong di kolom komentar. 😀

Keluh Kesah

tangan kelu

lebih fasih mengayunkan cangkul

membawa kehancuran bagi rumput liar

dari pada mengumpulkan huruf

merangkainya jadi kata dan kalimat

mata jatuh cinta pada gambar bergerak

dibanding kata yang membuat bola mata berlari

kiri kanan dari paragraf ke paragraf

Ramadhan Terberat

Assalamualakum. saya kembali lagi dari hibernasi nge-blog. bukan berarti nggak ngapa-ngapain tapi sibuk banget sama kerjaan. teman-teman ngatain saya sok. believe it or not, it is what it is. itu yang terjadi dan sebenarnya saya nggak suka. pekerjaan administrasi sebagai guru hampir saja mencekik saya. mengatrol nilai anak-anak murid sehingga mencapai KKM asli bikin capek. kasih tugas lagi, ngoreksi lagi, rombak nilai lagi. 4 hari berturut-turut itu saja yang dipikir dan dikerjakan. hingga bak zombie saya berjalan dan bagai vampir anemia saking lemasnya. amarah yang menggebu-gebu tak kuat tersalurkan karena anak-anak murid juga lelah dengan ujian tahfidz mereka. saya yang guru nahwu sharaf ini senasib sepenanggungan dengan guru matematika yang sudah biasa melihat kebakaran di kertas ujian. senantiasa bolak-balik nagihin tugas tambahan kayak debt collector.

Huft…beneran deh ini ramadhan terberat buat saya. sesusah hati apapun saya coba tersenyum dan tertawa walau semua itu palsu. padahal aslinya mau nangis dan marah ke anak-anak itu.

terapi inhale-exhale saya terapkan berulang kali. kepala berat tak tertahankan. akhirnya tumbang tengkurap di bawah meja. tidur.

Di Kala UTS

Kenapa waktu mendadak jadi kura-kura? Lambat sekali ia merayap! Duduk di kursi pengawas membuat jarum jam membeku. Pergerakan jarum panjangnya tak ketara. Sama halnya melihat awan yang diam. Ya, diam – diam bergerak, berpindah perlahan .padahal sebentar lagi ia sampai pada batas waktu.

Kemarahanku sedari kemarin mencari korban. Mana sansak? Mana beling? Biar ku remukkan sekarang juga. Rasa itu yang merasuk ke dalam tubuhku. Menyiksa sukmaku dan mempersenpit kantung empeduku.

Sesak ia karena si marah. Hampir meledak dan kantung pahitnya meracuni bagian tubuh. Hingga semua yang aku lihat hitam. Semua yang aku rasa pahit. Panas dimana-mana.

Sebegitu kejamnya amarah. Tapi lebih kejam pemantiknya.

Dari tadi anak-anak murid melakukan estafet kalkulator di ujian Kimia ini. Baru tahu aku kalau kimia perlu kalkulator juga. Ku pikir Fisika dan Matematika saja.

Bukankah Kimia itu soal rasa? Dalam terapannya, Kimia terasa romantis.

Chemistry.. 

My Chemical Romance. ..

Feromon…mungkin itu cuma di kepalaku saja.

Atau dentuman bom! Mendadak Kimia  menjelma dalam film action Amerika. Dalam bentuk peledak,serum, Chemical X ( itu lain soal…Powerpuff Girls).

Kimia juga berharga untuk penggemar PCC, Flakka, dan Happy Five. Ya, kimia adalah candu.

Sementara diatas kertas ujian, Kimia cuma barisan soal memusingkan. Pemahamannya cuma diukur dari hitungan dan teori. Bisakah mereka jelaskan zat kimia apa yang membakar darahku saat marah? Apa korelasi marah dengan darah dan api? Apa itu juga tentang logo merah makan cepat saji?

Ada Apa Dengan Nikolas?

Nikolas, Nicholas, atau Nikola perlahan tapi pasti mencari sudut-sudut hati yang kosong. Lalu tak segan-segan menghantui pikiranku dengan lafal indah dan pelan.

Ni…kolaaas… *iklanpermenricola*

Entah kenapa nama Nikolas sangat sedap diucap, didengar, dan yang paling enak : dipandang.

Nikolas Khoury, Komedian Yordania Asli Palestina

Mungkin karena perkenalan saya dengan Nikolas Khoury lewat Youtube beberapa hari yang lalu. Dengan penampilan bak aktor Turki dan kefasihan lidahnya, komedian Yordania ini sukses memikat mata saya. Tak salah jika saya nobatkan dia sebagai obat pusing paling ampuh tahun ini. (Semasa kuliah komunikasi, obat pusing saya adalah Prabu Revolusi). Kenapa ya saya jadi Himawari adiknya Shinchan gini ,ya?

Datang 1 Nikolas, yang lainnya merapat. Semalam tanpa sengaja baca The Alchemyst : The Secret of The Immortal Nicholas Flammel. Hmm…lagi-lagi Nicholas. Nikolas atau Nicholas sama saja. Cuma beda tulisan saja.

Di Indonesia pun, ada satu Nicholas yang sangat digilai wanita. NICHOLAS SAPUTRA. Dia merebut perhatian para gadis setelah membintangi AADC pertama. Saat itu saya duduk di Kelas 6 SD.

Setelah itu mati lampu. Coba tebak nama siapa yang terpikir? Nikola Tesla. Apa sih sebenarnya makna dibalik nama Nicholas, Nikolas, atau Nikola?

Menurut Namamia.com, Nicholas dalam bahasa Yunani, artinya Manusia yang berjaya.Nicholas dalam bahasa Rumania, artinya Kemenangan manusia.Nicholas dalam bahasa Skotlandia, artinya Kemenangan manusia.Nicholas dalam bahasa Karakteristik, artinya Naif. selalu diberkati. ekspresif, ceria. penuh prasangka. memiliki jiwa pembimbing dan penyembuh. memiliki kemampuan berbicara yang baik. penolong, penuh keyakinan. menarik dan perhatian. Nicholas dalam bahasa Sejarah, artinya Bentuk inggris dari nama post-klasik yunani nikolaus, berasal dari kata nik ‘kemenangan’ + laos ‘manusia’.

Arti Nicholas berarti ‘people of victory’ yang berasal dari bahasa Yunani. Nama ini populer di Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Beda negara, beda pula pengucapan dan tulisannya. Menurut website carinamabayi.com, Nicholas adalah ejaan khas Skotlandia Dan Yunani. Nicolas ejaan dalam bahasa Spanyol dan Prancis. Nickolaus ejaan bahasa Jerman. Nikolai dalam ejaan Rusia. Sementara Nickolas dalam ejaan Slavia.
Nama Nicholas juga ada versi feminimnya yaitu Nicole, Nicola, Dan Nickie.

Sepertinya penggalian info tentang arti nama Nicholas cukup sampai disini. Ada yang mau menambahkan?

My Glasses Was A Martyr

The term “To’toan” was so famous in my boarding school. But I think it will be famous forever in every Islamic boarding school. What is To’toan exactly mean? It is a movement of your head when you feel sleepy, but you don’t want to sleep. Your head move up and down as if it will fall down. But for me, to’toan is act of resistance when I fight my sleepiness in the class room. I have no thought to surrender and put my head on the table. Because class room is place for studying.

When I was in the second grade of secondary school, I got my first glasses. It frameless and expensive. My father said, ” keep it well. Don’t you ever break it. Especially when you to’toan.”

“No I won’t. If I feel sleepy, i will put my glasses in the safe place,” I said.

Who knows? It really happened. I Moved my head up and down one day, in my class. A teacher- I don’t remember her name- thaught us English. I heard all what she said, her theory about tenses. But I couldn’t open my eyes. Damn, I was so sleepy! Anas, my classmate, shocked my body to wake me up. But, I still do the to’toan movement. Harder and harder until…krak!

Something happen. What is it? 

I opened my eyes. A terrible scenery filled my eyes. My glasses broken into two pieces when my head hit the table in front of me! It has been a martyr of my “resistance” a minute a go.

Innalillahi wa inna lillahi raaji’uun. What I’ve done… I blame myself. Suddenly a voice inside my head told me, ” keep your glasses well. Don’t break it when you to’toan.”

Dad, you’re right. Forgive me. Will you mad at me? Will you mad at me? Or will you mad at me?

Suddenly I shed a tear, frozen.

“Febie, what’s wrong with you? Tell me, what happen?!” Shout Anas when she realized that her friend froze. She shocked me one more time.

“My…glasses…is broken huhuhu…”

Anas closed her mouth tightly. She tried not to laugh. Finally , she really really laugh at me.

“Screw you, sleepyhead!”